WWL Hana chan

Jelang 3th baru kelar ngASI?? 

SO WHAT?? 😂😂😂😝

.

Seperti yang sudah saya duga ihihihi

.

Hana emang cemburu tingkat bidadari sama nichan. NgASI cuma sekedar menyakinkan klo dia g tergeser dari deretan cinta bunda howhowhow (ampun dah hanaaa.. Meragukan cinta suci bunda ini #halah)

.

Pas momen, nichan gigit nipple lagi mpe berdarah-darah.. Horor Sangad yakkkk..

Jadi pake perban. Trus bilang “mik bunda luka ya. Jgn mik dulu..”

Aha! Moment buat sugesti Hana lbh intens lagi tanpa bohong. 😎

.

Siang aman.

Sore masih tenang 

Mulai malam mulai tegang jeng jeng jeng

.

“Hana ngantuk bunda..Mau bobok. Mau mik..” trus nempel2 modus.

“Mik msh luka. Bunda peluk mau?”

.

Ehhh dia nya mauuu ahay

Udah tidur. Done!

.

Oh Allah..

Selesai gitu aja. Mpe milad nya yg ke3 hari ini msh aman damai sentosa lalalaaa..

Alhamdulillah.. 😍😍😍

.

Nichan jg ikutan males ngASI pas siang. Tp msh galau klo tidur malam. Nahhh..Nichan cuma ngasi klo Hana udh bobok cantik 😁😁😁

.

.

Fiuhhh usai sudah drama NWP dan tandem bocah2..

.

.

Jd pengen punya baby lagi..

#ehh

Aku patah hati

Aku patah hati

Perih

Tak ku kira jadi begini

Andai bisa ku ulangi

.

.

Ahhhh..

Semua ada masanya

.

.

Satu hari diputus Hana

Lidah pahit terasa

Pusing berat ini kepala

Terhuyung huyung dibuatnya

.

.

Hani baru separuh hari

Malam saja ng-ASI

Tapi mulai menjauhi diri

Minta gendong baba sana sini

.

.

Ohhh Allah

Selesai sudah 2th hak mereka

Moga terhitung amal ibadah

Awal mula kami kenalkan Aqidah

.

.

😥😥😥

LOMBA PENULISAN BERTEMA KEBANGSAAN 

​tolong disebar kepada ananda para abi n umi yg suka menulis
Mari Ikuti…


LOMBA KEPENULISAN BERTEMA KEBANGSAAN 
PILIHAN TEMA
1. Islam dan Patriotisme Kebangsaan: Tantangan untuk generasi muda

2. Spirit Agama Sebagai Fundamental Wawasan Nasionalisme Indonesia

3. Menumbuhkan Semangat Nasionalisme religius Pemuda Indonesia

4. Nilai Ketuhanan sebagai Landasan Perbaikan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

5. Perwujudan cita-cita Islam dalam Kebersamaan Kebangsaan

6. Menggali nilai sosial Islam dalam pembangunan kerakyatan

7. Semangat Islam dalam Sejarah Nasional Indonesia

8. Spirit Islam, Nasionalisme & Modernitas

9. Menggali Akar Kehidupan religius di Nusantara Pesantren dan

10. Wawasan Kebangsaan Indonesia
PERSYARATAN PESERTA
1. Warga Negara Indonesia.

2. Siswa SMU atau sederajat yang berdomisili di seluruh wilayah Indonesia (dibuktikan dengan Kartu Tanda Pelajar yang berlaku).

3. Mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi di seluruh wilayah Indonesia (dibuktikan dengan Kartu Tanda Mahasiswa yang berlaku).

4. Setiap peserta hanya diperkenankan untuk mengikutsertakan satu tulisan asli.

5. Panitia yang terlibat langsung dalam kegiatan ini dilarang mengikuti lomba ini.
PESERTA
1. Kategori Pelajar. Siswa SMA, Madrasah Aliyah, Pesantren atau Sederajat.

2. Kategori Mahasiswa (Sedang Menempuh S1)

3. Kategori Umum Lulusan S1, S2, S3 & Masyarakat Umum

4. Kategori Ibu Rumah Tangga

5. Kategori Wartawan
KETENTUAN PENULISAN
Tulisan yang diajukan dalam Lomba Penulisan bertema Kebangsaan 2017 FPKS DPR RI
1. Merupakan tulisan asli dan belum pernah mendapatkan penghargaan pada lomba penulisan lain

2. Jenis tulisan Esai Populer.

3. Menggugah rasa religiusitas dan nasionalisme Indonesia di tengah perubahan tatanan dunia

4. Tulisan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar

5. Format:

a. Terdiri dari 1500 – 2000 kata;

b. Font: Arial 11;

c. Spasi: 1,5

d. Ukuran Kertas: A4

e. Batas Pengetikan samping kiri 4, samping kanan 3 batas atas dan bawah masing-masing 3

6. Tulisan harus dilampiri :

a. Biodata singkat penulis (nama, alamat, no contact, pendidikan terakhir, foto terbaru)

b. Fotokopi Kartu Pelajar/Kartu Mahasiswa/KTP yang masih berlaku.

7. Tulisan dikirim melalui alamat email sesuai kategori yang dipilih.

a. esaipelajar.fpks@gmail.com

b. esaimahasiswa.fpks@gmail.com

c. esaiumum.fpks@gmail.com

d. esaibunda.fpks@gmail.com

e. esaiwartawan.fpks@gmail.com
KRITERIA PENILAIAN
Kriteria penilaian karya tulis meliputi:
1. Format penulisan (Bobot 10%)

2. Data dan sumber informasi (25%)

3. Kesesuaian topik dan manfaat tulisan (15%)

4. Pembahasan dan kesimpulan (50%)
DEWAN JURI
Dewan Juri Lomba terdiri dari
1. Ahli/Akademisi

a. Akademisi Prof. Dr. Siti Zuhro, MA

b. Penulis M.Irfan Hidayatullah, M.Hum

2. Anggota FPKS Dr. Hidayat Nurwahid, MA
MEDIA PENGUMUMAN LOMBA

Lomba akan diumumkan melalui media cetak elektronik dan media sosial.
WAKTU PENGIRIMAN TULISAN

Waktu pengiriman tulisan dibuka tanggal 8 Desember 2016 dan ditutup tanggal 28 Februari 2017 Pk. 24.00 WIB.
PENGUMUMAN PEMENANG

Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah akan dilakukan pada 20 April 2017 (menyesuaikan dengan syukuran Milad PKS ke 19). Lomba akan diumumkan melalui media cetak elektronik dan media social.
HADIAH / PENGHARGAAN

Pemenang tiap kategori lomba akan mendapatkan:

JUARA 1 Rp 7.500.000

JUARA 2 Rp 5.000.000

JUARA 3 Rp 3.500.000

E-CERTICIFATE untuk seluruh peserta
Narahubung: 085228002986 (Iken)

Hey u big fans!

​Sebel bangets g sih pas update status selain nge-lapak mesti disangkutpautkan dg sesuatu yg g bangets..

😠

Kita update tips ketika suami marah..dikomen “lg berantem yakkk ma misua??”

Share kerjasama suami-istri..ehhh dibilang “ckckck suami mu g perhatian ya ni..”

*Lahhhh…

Giliran update status nge-galau..dikatain “blm move on dr masa lalu ya kamu?”

*Haduh haduhhhh haduwwwhhh 😠

.

.

.
Masa lalu ku masalah buat kamu??

Hey u.. stalker ya??

Stalkingin akun saya sejak dulu kala kah?

Hbs brp tu pulsa?

Siniiiiii gue kasih lu kerjaan yg lbh berpahala.. 

😉

.

 
Suka heran ma yg jago stalker sementara saya g bisa 😂 😂 😂

.

.
Diajarin juga gua mah ogah..

Apa faedahnya?

Ada juga pulsa habis percuma..

waktu sia-sia..

Mending lu jd reseller gua..

*Modus ini mah

😂😂😂

 

 

.
Hadewhhhh apa sih untungnya stalkingin hidup org?

Nyari bahan buat barbeque buntang?

Trus, seneng gitu klo org kesusahan?

Jadi lu nyesek dong klo kita bahagia penuh kemesraan 😂😂😂

Masalah lalu biarlah masa laluuuu..

Udah kelar jauuuuuhhhhh sebelum taaruf dadakan dulu..

Mr. Hubby knows everything bot me..

Murrobiy yg paling tau perjalanan hijrah hati..

Knp lu yg rempong stalkingin itu ini??

Udah deh..cukup sampai di sini!

Lu juga yg rugi..

Kita mah senang hati lagak nya selebriti..

😂😂😂

.

.

.

#serius loh ini!!

Boleh kah ku pinta hati yang baru?

Aku galau ya Rabbi… Kutemui mereka yang beriman siang tadi… Harapkan kesegaran di hati… Gersangnya tak jua tersirami…


Tilawah ku lanjutkan berharap tenang… Resapi tiap pesan indah Tuhan… Laksanakan perintah jauhi larangan…

Moga hati kembali benderang
Ku buru damai di sepertiga malam… Mengadu saja penuh ratapan… Penuh keluh kesah ku sampaikan…

Yakin Engkau Maha Penyayang

Allahu Rabbi… susah payah ku tertatih… tak jua ku kalahkan nafsu diri… mengalah malah sang nurani…

wahai hati… tak lagi kah ku raja mu… gersang terasa dirimu… kulantunkan ayat NYA berharap segarkan mu… makin ia terasa pilu…

Illaahi… meratap ku sesali… tapi tak jua insaf diri… lagi kulakukan salah berulang kali…
tak guna sesalan… terasa nikmat dosa ku lalukan… terabaikan peringatan… dosa sama ku lakukan…

Tuhan..risaunya hati… kala ku tafakuri lagi… ada banyak dosa diri… bila kah ku kan kembali…

Duhai Engkau Sang Pemilik Hati… Tak terjaga sudah hati ini… Legam ia karna dosa ku… Boleh kah ku pinta hati yang baru??




Rubrik: Puisi dan Syair | Oleh: Ghina Shafirah – 06/02/13| 10:30 | 24 Rabbi al-Awwal 1434 H
dakwatuna.com

Jika suami marah

Bagaimana cara agar seorang suami tertambat hatinya kepada seorang istri hingga ia mampu menghormatinya ?

Dalam sebuah pertemuan wawancara Radio dengan seorang nenek yang telah menghabiskan waktu 50 tahun bersama suaminya dalam keadaan bahagia….

Nenek itu ditanya tentang tips kebahagiannya yang bertahan selama 50 tahun,
Apakah karena ia mahir menyediakan makanan ? 
Atau karena cantik ?
Atau karena banyak memberikan keturunan ? 
Atau karena yang lainnya ?

Nenek itu menjawab :

Berhasilnya kebahagiaan rumah tangga setelah adanya taufiq dari Allah, sekaligus ditentukan oleh istri itu sendiri. Seorang istri bisa membuat rumahnya menjadi syurga, dan mampu juga sebaliknya…
Janganlah Anda katakan karena harta,
Banyak wanita kaya yang sengsara krn suami mereka lari darinya.
Bukan juga karena banyaknya anak-anak, di sana terdapat wanita yang mampu melahirkan 10 anak laki-laki, tetapi suaminya tidak mencintainya bahkan menceraikannya.
Banyak juga dari mereka yg mahir memasak, salah satu dari mereka memasak sepanjang hari, namun mereka mengadukan buruknya peringai suami.

Reporter inipun heran ..
Kemudian ia bertanya, lantas apa rahasianya ?

Sambil tersenyum nenek menjawab :
Ketika suamiku marah, maka Aku diam dengan penuh penghormatan serta menundukkan kepala seakan penuh penyesalan.
Janganlah Anda diam disertai pandangan merendahkan, lelaki itu pintar, dia mampu mengetahui apa maksud pandangan anda.

Lalu reporter itu bertanya, kenapa Anda tidak keluar saja dari kamar saat dia marah ?

Nenek menjawab :
Oh..Jangan sampai itu terjadi … 
suami akan mengira Anda lari darinya dan tidak mau mendengarnya krn sering kali laki laki itu bersifat egois,.
Tp diamlah, dan dengarkan apa yang dikatakannya sampai dia merasa puas dan tenang.
Setelah itu Aku bertanya kepadanya: sudah selesaikah…? 

Lalu Aku keluar … karena dia lelah dan butuh istirahat setelah berteriak.
Maka Aku keluar dari kamar kemudian melanjutkan tugas-tugas rumah..

Reporter bertanya : 
Apa yang Anda kerjakan ? 
Apakah Anda akan mendiamkannya dan tidak mengajaknya bicara selama satu minggu atau lebih ?

Lalu nenek menjawab : tidak … jauhi hal tersebut, itu adalah kebiasaan buruk yang bagaikan pisau bermata dua .. ketika Anda memutuskan suamimu selama satu minggu padahal ia mau berdamai denganmu, maka dia akan kembali seperti dulu. Bahkan terkadang dia akan menghilangkan kesempatan berdamai sehingga akan semakin keras.

Kemudian dia bertanya :

Lantas apa yang Engkau lakukan ?

Nenek menjawab :

Setelah selang dua jam atau lebih, Aku suguhkan segelas jus buah atau secangkir kopi, lalu sambil tersenyum aku berkata : Silakan diminum…,  karena memang dia membutuhkannya. Aku bertutur kata dengan gaya dan sikap seperti biasa.

Lalu dia bertanya kepadaku : 

Apa Engkau marah kepadaku ? 

Aku menjawab : tidak …
Maka diapun akan memulai meminta maaf atas ucapannya yang kasar, dan memperdengarkanku dengan bahasa yang lembut.

Reporter bertanya: 

Apakah Anda percaya ?

Nenek menjawab : tentu, karena Aku mengharuskan diriku untuk percaya dan tidak bodoh.
Apakah Anda ingin Aku membenarkan ucapannya ketika dia marah dan tidak mempercayainya ketika dia tenang ?!!

Lalu reporter bertanya : 

Kalau begitu di mana kehormatan dan wibawamu sebagai istri ? Anda kan juga punya hak dalam keluarga ?

Nenek menjawab : 

Kehormatan ada dalam keridhaan suamiku kepadaku dan keharmonisan di antara kami.
Sebenarnya tidak ada kewibawaan antara pasangan suami istri ..
Wibawa yang mana  !!…
Padahal Aku telah membuka seluruh pakaianku di hadapannya …

Subhanallah…

——————
Mohon …

Sebarkan kepada para suami dan istri

Serta orang-orang yang akan menikah.
Tahukah anda,

*Apabila seorang wanita tercipta menjadi burung, maka ia laksana burung merak yg indah.

*Apabila ia tercipta menjadi hewan, maka ia laksana kijang yg lincah.

*Apabila ia tercipta menjadi serangga, maka ia laksana kupu-kupu yg menakjubkan.

Namun karena ia tercipta menjadi manusia, maka iapun dicintai, menjadi istri atau ibu yang menggumkan, serta menjadi nikmat terbesar bagi seorang laki-laki yg baik di muka bumi.
Kalaulah wanita bukan sesuatu yang agung, maka Allah pun tidak akan menciptakan dari jenisnya bidadari sebagai pendamping orang mukmin di syurga kelak….
Bukti bahwa wanita itu lemah tapi kuat namun lemah dalam kekuatannya, bahwa dgn sekuntum mawar akan membuatnya senang, dan dengan sebuah kalimat bisa membuatnya mati.
Yang mengagumkan dari wanita adalah,

Masa kecilnya..

membuka pintu syurga untuk ayahnya.

Masa dewasanya…

menyempurnakan agama suaminya…

Masa keibuannya…

syurga berada pada kedua telapak kakinya…

Sebuah untaian yang tinggi.😍😘

Copas statusnya ummu Ibrahim 

Perasaan yang terabaikan

“Diaaam !.. diam mama bilang! Cengeng banget sih gak berenti berenti nangis dari tadi.. Kalau mama sudah gak sabar nanti mama pukul kamu! “
“Tau kenapa mama gak suka sama kamu?, kalau nagis lama,  dibilangin gak denger, gak kayak adikmu!, faham,,?” Ujar  bu Tini pada anaknya yang sulung berusia 5.5 tahun sambil mendorong kepala anaknya…

Terkesan familiar ?

Bukan hanya bu Tini tapi banyak ibu ibu lain sering sekali merasa tak mampu mengendalikan emosinya menghadapi anak anaknya, tanpa tahu mengapa mereka merasakan seperti itu. Umumnya bila sudah marah panjang lebar bahkan melengkapinya dengan nolak kepala seperti yang dilakukan bu Tini, ada juga dengan mencubit bahkan memukul, mereka  umumnya menyesal bahkan gak jarang menangis dikamar tidur nya.  Apalagi kalau sudah malam, semua sudah tenang dan dia mengamati atau memandangi  anaknya yang pulas tertidur dan nampak benar keluguan dan kepolosannya..

“Ya Allah kenapa aku marahi dan pukuli anakku ya Allaaah”, keluhnya sambil menciumi anaknya sementara air mata terus berurai.  Penyesalan tak pernah datang diawal….

*Aiyhhh aku bangeeetsss itu mah

Walau g nyampe main tangan..klo udh sebeeeeellll sangad itu selesai nya nyesel pake sangad pula hiks 😞

Lanjut kata bunda elly..

Beginilah jadinya bila tak ada persiapan.

Umumnya, jarang sekali  ayah dan ibu memiliki kesiapan atau dipersiapkan oleh orang tuanya  untuk menjadi orang tua.  Kalau dulu, ketika beban pelajaran belum seberat sekarang dan jam belajar belum lagi diatas 8 jam sehari, anak anak masih punya kesempatan untuk bersama dengan  anggota keluarga dirumah. Sehingga kalau tidak terlibat dalam membantu kakak atu tantenya yang punya anak kecil, anak anak masih  dimintai tolong untuk membantu mengasuh atau menolong adiknya.

Tapi situasi kini jauh berubah. Anak anak sekolah pada usia yang lebih dini, mata pelajaran yang padat, jam belajar yg panjang dan tugas sejibun. Pulang, lelah jiwa raga. Main games, nonton TV, kerjakan tugas lalu tidur. Jarang ada kesempatan  untuk dialog dan bercengkrama dalam keluarga. Apalagi kalau kedua orang tua bekerja pula dan pulang selalu lebih telat dari waktu anak tiba dirumah. Bayangkan !
Tiba tiba tak terasa anak sudah lulus sekolah menengah, mahasiswa atau sudah jadi sarjana dan waktu menikahpun tiba. Dari mana ada persiapan menjadi suami istri, apalagi ibu dan ayah?. Tahu tahu punya anak saja. Karena kurang pengetahuan, sengaja atau kesundulan: ada dua balita dalam keluarga . Huih!
Apa yang paling hilang dari  pengasuhan seperti yang diuraikan diatas adalah kesempatan untuk mendengarkan perasaan anak. Andainya saja orang tua tahu, bagaimana pentingnya perasaan itu perlu didengarkan, mereka akan berjuang untuk punya waktu dan berdialog dan membicarakan soal “rasa “ dengan anaknya . 
Bisakah anda bayangkan, apa jadinya dengan anak bu Tini diatas yang sejak usia balita ibunya suka berteriak, marah, memerintah (Diam!), mencap (Cengeng banget), mengancam (mama pukul nanti), menyalahkan ( Gak suka sama kamu, gak denger), membandingkan ( gak kayak adikmu)??.. 

Apakah cara pengasuhan seperti ini, memungkinkan  bagi orang tuanya untuk menunjukkan perhatian dan memperdulikan perasaan anak nya?. Kemana anak ini akan membawa atau mengadukan derita rasa atau jiwanya  kalau orang tuanya terus menerus menggunakan cara pengasuhan serupa ? 

Itukan baru sekali!, biasanya berapa kali dalam sehari? dan sudah berapa lama ..? Itu anak siapa ya?
Jadi bagaimana ya kalau nanti dia jadi ibu atau ayah pula?.Bila  orang tuanya terbiasa kalau marah seperti itu, tidakkah anak ini akan mengulang semua apa yang dia terima ini dengan OTOMATIS  terhadap anaknya pula nanti ?.

Berkata seorang ahli : “Hati hati mengasuh anakmu. Perbaiki pola pengasuhanmu sebelum anakmu baligh. Karena engkau sedang salah mengasuh cucumu!”.
Bagaimana mungkin ?
Bagaimana mungkin merubah cara mengasuh, kalau kita :

1.Tidak menyadari bahwa pola asuh yang kita  lakukan adalah pengulangan otomatis dari apa yang diterima dulu  dan belum mampu memutus mata rantainya .

2.Tidak mengenali pola asuh yang bagaimana yang terjadi dengan pasangan kita, mengapa dia suka bersikap dan memiliki cara pengasuhan bahkan cara berfikir yang berbeda dengan kita?. Mengenali  dan menyesuaikan diri dengan semua perbedaan itu tidaklah mudah, biasanya memerlukan waktu 5- 10 tahun. Tergantung bisa didialogkan  dan mau mencari pertolongan ahli atau tidak, bisa  dicari titik temu atau tidak. Sementara anak nambah terus…Marah sama pasangan- anak yang jadi korban iya  kan ?

3.Apalagi kalau pernikahan itu sudah bermasalah dari awal, tidak disetujui kedua belah pihak, atau hanya sebelah saja, ada kesalahan dilakukan sebelum perkawinan yang menimbukan  penolakan dari salah satu keluarga atau anggotanya.

4.Tidak mengerti sama sekali tahapan perkembangan  dan tugas perkembangan anak : Usia sekian anak harusnya sudah mampu melakukan apa dan bagaimana merangsangnya.

5.Tidak faham bahwa  bahwa otak anak  ketika lahir belum bersambungan dengan sempurna, sehingga kemampuannya terbatas, dan banyak hal mereka belum mengerti. Begitu sambungan mencapai trilliunan pada usia 2.5 tahun, anak mulai  belajar menunjukkan dirinya. Tapi ketidak fahaman membuat orang tua mematahkan semangat anak dan tidak memberinya kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya dengan sering menjadi :ayah atau mama “sini” : Sini mama bantuin, Sini ayah tolongin…

6.Begitu anak sudah 4 tahun bisa berpura dan berkhayal dikomentari : Bohong, mengada ada dll. Atau bila mereka memberikan pendapatnya orangtua mengatakan “dia sudah bisa membantah dan tidak patuh lagi “. Hoalllah…kasiannya tuh anak!

7.Orang tua tidak tahu bahwa :

Pusat perasaan diotak, berkembang lebih dulu dari pusat kognitifnya. Karena terburu buru ingin anak jadi pintar dan masuk sekolah, usia dini sudah dileskan Calistung, usia 6 tahun masuk SD. Kadang kadang ini dilakukan karena dirumah sudah ada 2-3 adiknya !.

8.BKKBN  dan Kelompok Neurosaince Terapan pernah menyarankan agar dihindari sedapat mungkin untuk ada dua balita dalam keluarga, karena sangat mengkonsumsi  jiwa, pikiran dan tenaga ibu. Apalagi kalau kedua oang tua bekerja  dan anak di “subkontrakkan” kepada orang lain. Bayangkan apa jadinya dengan anak itu? .

Jika  anak saja tidak mendapatkan  kesempatan untuk  didengarkan perasaannya apalagilah ibunya?

Mengapa fungsi berfikir ibu  jadi terganggu?
Bagaimana tidak, kalau ibu mengalami semua 8 masalah diatas?.

Seorang ahli mengatakan bahwa bila seseorang sedang secara fisik sangat lelah, maka emosi mudah naik, sehingga bagian berfikir diotaknya menjadi sempit dan fungsi berfikir terganggu. Kelakuan  didominasi oleh emosi. Kesadaran dan penyesalan  akan muncul belakangan setelah emosi reda, letih berkurang .
Katherine Ellison, dalam bukunya The Mommy Brain menceritakan hasil risetnya bertahun tahun, bahwa ibu yang  baru melahirkan itu normal bila dua bulan pertama mengalami apa yang disebutnya : “Amnesia keibuan, atau pikun kehamilan”. 
Hal ini terjadi oleh karena kekacauan kimiawi saat hamil dan melahirkan ditambah dengan rasa sakit, kekurangan tidur dan keharusan  untuk belajar banyak hal sekaligus tentang mengurus, bayi, diri sendiri dan tetap memperhatikan lingkungan. Bila anda lengah sekejap saja, bia menimbulkan  akibat yang sanga mengerikan . Allison mengemukakan juga bahwa di Inggris keadaan ini disebut sebagai : Otak Bubur, di Australia  : “Otak Plasenta” dan “Otak mami” di Jepang . Bayangkanlah kalau di bulan ketiga ibu ini sudah hamil lagi…
Jadi untuk membantu bagaimana agar  ibu “Tidak emosian” dalam mengasuh anak anaknya, semua orang disekitarnya, terutama para ayah dan orang tua hendaknya mengerti akan 8 hal yang  umumnya dihadapi oleh seorang ibu berikut “amnesia atau pikun keibuan” diatas dan jangan abaikan perasaannya .

Diatas segalanya, ibu itu sendiri  harus mampu mengenali dirinya dan berupaya memahami sepenuhnya serta berdamai dengan masa lalunya dengan memaafkan semua yang terjadi.Selain itu ia harus berusaha mengerti apa yang terjadi dengan pasangannya dan orang disekitarnya.Jangan karena tak mau berdamai dengan sejarah hidup, kesal dengan orang sekitar :suami dan anggota keluarga, anak yang dijadikan korban.

Anak tertekan, tak dimengerti dan tak didengarkan perasaannya adalah bencana di hari tua dan akhirat anda.. 
Dari risetnya tentang otak para ibu, Allison menunjukkan bahwa dengan menjadi ibu anda menjadi lebih pintar dan cerdas dari apa yang kita fikirkan!.Ada lima sifat otak yang dirangsang oleh bayi anda: Persepsi, Efisiensi,Daya tahan,Motivasi,dan Kecerdasan emosi..

Jadi apalagi dear ? : manfaatkan Mommy Brain anda.

Selamat berjuang untuk menyelesaikan urusan dengan diri sendiri  sebelum anda menyelesaikan urusan anak dan keluarga anda. Putuskan mata rantai itu.

Mulailah dengan belajar mendengarkan  dan menerima perasaan anak anda…

Selamat Berbahagia ..

Luv u all 

Bekasi 18 Desember 2015

Elly Risman

>>Lbh baik punya adik setelah anak usia 5th

#ParentingEraDigital