Cara memilih popok untuk bayi baru lahir

Pertarungan Mak rempong tu buanyaaakkk banget yakkk

Dari ibu pekerja ato stay at home..sampai saya nulis untuk apa bunda bekerja saling galau nya..

ASI ato sufor

mpe adu argumen mesti pake popok sekali pakai (pospak) atau clodi? 🤔

Nah, saya yg Mak rempong, yg mesti kerja di luar rumah, yg anak nya mesti dg berat hati disub-kontrakan ke pengasuh, yg sakit klo kecapekan, maka pilihan jatuh pada keputusan pake pospak.

Tapi e tapi g bisa juga langsung nemu pospak yg pas mantapks buat Krucils..hufhhh
Mak rempong galau seperti saya??

Tenang..

Ini ada tips cara memilih popok untuk bayi baru lahir yang tepat 

*Udh gaya iklan banget yakkk 😂 😂😂
Aiyhhh..hidup ini udh ribet, jgn bikin sumpek pikiran karena perang pospak ato clodi lah Mak..

Peace ahhh ^_^v

Advertisements

Jaket untuk Baba

“Loh, itu kenapa jaket nya dipake terbalik, Ba? Kog resleting nya di belakang gitu?”

“Mau cepat ni Bun. Ini resleting udah rusak. Baba jemput bucik dulu, ya..”

Aiyhhh suami ku udah seperti ‘driver ojek online’ saja. 🙄

Pagi sebelum berangkat kerja tugasnya nganterin aku dan duo krucils ke rumah nenek. Setelah kejadian pengasuh yang tak amanah itu jadi trauma nyari yang baru. Lebih tenang kalau mereka main dengan nenek dan datuknya. Ayah ibu mertua juga senang karena tinggal berdua saja di rumah. Bucik – si bungsu – juga udah kerja dari pagi sampai petang.

Selesai ritual pagi dengan duo krucils (baca: nyogok biar mau ditinggal dengan damai tanpa tantrum 😁😁😂 ), tugas Baba ngojekin bucik ke PAUD nya. Lumayan loh itu. Padahal beda arah dengan tempat kerja Baba. 

Nah aku, biasa berangkat sendiri pake motor yang emang udah siap sedia dititip di garasi rumah nenek.

Nanti sore kebalikan nya. Baba jemput bucik. Baru deh kita berempat pulang ke rumah. Atau jika bucik pulang telat, setelah kami diantar pulang, baba jemput bucik lagi. Begitu terus tiap hari kerja.

Hari Minggu, giliran nenek minta diojekin ke pasar pagi buat belanja stok isi kulkasnya. Petangnya, quality time keluarga. Kadang kita ke pantai main pasir dan ngejarin umang-umang. Kadang juga nemanin Hani yang senang ngasih makan rusa-rusa di halaman rumah dinas gubernur.

Kadang suka kesal juga 😔
Di saat kehadiran Baba sangat diperlukan, Baba mesti tetap berbagi waktu dengan yang lain. Misal ketika Hani mesti dirawat karena tifes pergantian tahun lalu itu. Hani nya rewel karena sakit, si Hana juga gak mau main dengan neneknya di rumah, terpaksa kita ‘ngekost’ di rumah sakit. Saat-saat seperti itu baba tetap mesti bolak balik ngojekin bucik yang gak bisa berkendara sendiri. Baru pegang gas motor aja udah spot jantung dia 😔

Momen begitu itu suka naik darah.
Ini, baba masih dengan jaket lama nya yang makin memudar. Di saat rawat inap begini, baba masih sempatin antar jemput bucik. 

Tapi di balik itu semua, tersadar betapa cinta baba ke kami sungguh luar biasa. Pulang petang dalam keletihan, baba masih sempat bantu cuci pakaian kotor. Punya anak balita dengan selisih umur 14 bulan itu bikin sibuk nya luar biasa. Pakaian kotor selalu saja menumpuk. Belum lagi Hana hani mulai ‘pandir’. Apa apa mau dikerjakan sendiri. Minum sendiri, makan sendiri, mandi sendiri. Alhasil bisa 5-6kali ganti baju dan bersih-bersih.

Baba juga sabar nungguin bunda masak. Kalau pun tercetus ide buat beli lauk siap makan, itu mesti aku yang bilang 😂😂😂 (dasar malas).

Jelang isya masih sempat main perang-perangan sama duo Krucils. Dohhhh obsesi punya anak cowok ya begitu itu deh 😔

Setelah isya, terkadang baba sampe ketiduran di sofa nemanin krucils main.
Pagi, baba orang pertama yang bangun. 

Duhhh aku ini istri malas banget yakkk 😁😁😔
Baba biasa bangun jam 4 pagi. Lalu sholat malam dan siap-siap berangkat ke masjid untuk sholat subuh berjamaah. Pulang nya, udah siaga nyuci piring. Baba gak pernah bangunin kami. Seringkali aku terbangun karena udah terdengar suara gaduh di dapur.

Oh Allah, beruntung nya diri ku ini, Alhamdulillah..

Suami ku itu kepala keluarga yang masih tetap amanah akan adik perempuan dan ibu nya. Tugas di rumah udah banyak, tapi masih menyempatkan waktu untuk ngojekin bucik dan nenek. 

Akhir-akhir ini, cuaca jadi begitu tak menentu. Saat panas terik, tiba-tiba datang hujan badai. Sering kali baba pulang setengah kering. Pulangnya meriang masuk angin. Tapi masih nekat subuh di masjid. Bau minyak kayu putih udah ke mana-mana. Rasanya itu minyak kayu putih lebih banyak dipakai Baba daripada Hana Hani. 

Teringin membelikan Baba jaket yang tebal tahan angin tapi gak bikin gerah. Juga anti basah kalau kehujanan, tapi bukan mantel. Baba bukan tipe orang yang suka pake mantel. Ribet katanya. Ia lebih memilih kuyup dari pada bawa mantel ke mana-mana.

Langsung jatuh hati pas lihat koleksi pakaian pria di Elevenia ini.

http://m.elevenia.co.id/ctg-jaket-blazer-pria

Aduhhh sukaaaa warnanyaaa 😍😍

makin ganteng dah pacar ku 💑

Bisa samaan dengan pak JOKOWI lagi 😍😍😍

Mudah-mudahan ada rejeki bisa punya ini untuk kado ulang tahun pernikahan 4 Mei nanti. Jadi baba nyaman berkendara saat ngojekin keluarga yang begitu ia cinta. Juga hangat ketika berangkat ke masjid saat subuh berjamaah nya.

Aamiin ya Allah..

7 hal penting di usia 0-7 tahun

Bila mengkaji Siroh ada 7 hal penting di usia 0-7 tahun

👇👇👇

1. Fitrah Iman. Usia 0-7 adalah golden age bagi fitrah iman. Alam bawah sadar anak masih terbuka, mereka sedang sangat imajinatif dan abstraktif, maka inilah kesempatan mengenalkan Allah melalui imaji imaji positif yang berkesan indah dan mendalam. Jika terlewat, maka akan sulit karena di usia 7-10 anak mulai fase argumentatif.

.

.

2. Fitrah Bahasa dan Estetika. Pada tahap ini bahasa ibu (mother tongue)  harus utuh dengan indikasi mampu mengekspresikan gagasan dan perasaan dengan utuh. Buku buku bersastra baik dibacakan.

.

.

3. Fitrah seksualitas. Sosok ayah ibu harus hadir penuh sejak anak dalam kandungan sampai aqilbaligh. Kelekatan harus kuat. Usia 3 tahun setidaknya sudah dengan jelas mengatakan saya cowok atau saya cewek. Toileting juga bagian penting utk fitrah ini.

.

.

4. Fitrah fisik dan indera. Anak sebaiknya banyak bereskplorasi di alam nyata bukan virtual, banyak di luar ruangan daripada di dalam ruangan. Motorik sensor nya harus dipenuhi kebutuhannya dengan menyentuh, meraba, merasa, dll secara langsung di alam. 

.

.

.

5. Fitrah bakat dan kepemimpinan. Anak mulai diamati sifat2 dominannya, ego sentrisnya dipuaskan dan diakui, mulai diberi tanggungjawab kepemimpinan (executive functioning) dengan memelihara hewan atau tumbuhan sederhana.

 .

.

6. Fitrah sosial dan kehidupan. Anak dibacakan kisah kepahlawanan, kearifan lokal yang baik dstnya.

.

.

7. Fitrah belajar dan bernalar. Utamakan bermain. Hindari kognitif formal, tetapi optimalkan bermain dan permainan  imajinatif abstraktif. Ingat bahwa golden age 5 tahun pertama, dimana anak harus diisi banyak banyak karena sinapsis akan meluruh setelah usia 5 tahun, tidak pernah dibenarkan secara syariah maupun ilmiah.

.

.

.

.

kulwap Harry Santosa

Banyaknya hutang bunda, nak..

Hutang Kita Banyak pada anak-anak
Tidak jarang, kita memarahi mereka saat kita lelah.

Kita membentak mereka padahal mereka belum benar-benar paham kesalahan yang mereka lakukan.

Kita membuat mereka menangis karena kita ingin lebih dimengerti dan didengarkan.
Tetapi,

seburuk apapun kita memperlakukan mereka, segalak apapun kita kepada mereka, semarah apapun kita pernah membentak mereka… 

Mereka akan tetap mendatangi kita dengan senyum kecilnya.

Menghibur kita dengan tawa kecilnya,

Menggenggam tangan kita dengan tangan kecilnya,

Seolah semuanya baik-baik saja, 

seolah tak pernah terjadi apa-apa sebelumnya.
Mereka selalu punya banyak cinta untuk kita, 

meski seringkali kita tak membalas cinta mereka dengan cukup.


Kita bilang kita bekerja keras demi kebahagiaan mereka, 

tetapi kenyataannya merekalah yang justru membahagiakan kita dalam lelah di sisa waktu dan tenaga kita.
Kita merasa bahwa kita bisa menghibur kesedihan mereka atau menghapus air mata dari pipi-pipi kecil mereka,

tetapi,

Sebenarnya kitalah yang selalu mereka bahagiakan. 

Merekalah yang selalu berhasil membuang kesedihan kita, 

melapangkan kepenatan kita, menghapus air mata kita.
Kita berhutang banyak pada anak-anak kita.

Dalam 24 jam, berapa lama waktu yang kita miliki untuk berbicara, mendengarkan, memeluk, mendekap dan bermain dengan mereka?
Dari waktu hidup kita bersama mereka, seberapa keras kita bekerja untuk menghadirkan kebahagiaan sesungguhnya di hari-hari mereka, melukis senyum sejati di wajah mungil mereka?
Tentang anak-anak, 

Sesungguhnya merekalah yang selalu “lebih dewasa” dan “bijaksana” daripada kita. 

Merekalah yang selalu mengajari dan membimbing kita menjadi manusia yang lebih baik setiap harinya.
Seburuk apapun kita sebagai orangtua, mereka selalu siap kapan saja untuk menjadi anak-anak terbaik yang pernah kita punya.
Kita selalu berhutang kepada anak-anak kita.

Anak-anak yang setiap hari menjadi korban dari betapa buruknya cara kita mengelola emosi.

Anak-anak yang terbakar residu ketidakbecusan kita saat mencoba menjadi manusia dewasa.

Anak-anak yang menanggung konsekuensi dari nasib buruk yang setiap hari kita buat sendiri.
Anak-anak yang barangkali masa depannya terkorbankan gara-gara kita tak bisa merancang masa depan kita sendiri.

Tetapi mereka tetap tersenyum, mereka tetap memberi kita banyak cinta, mereka selalu mencoba membuat kita bahagia.
Maka dekaplah anak-anakmu, tataplah mata mereka dengan kasih sayang & penyesalan, katakan kepada mereka: 

“Maafkan untuk hutang-hutang yang belum terbayarkan”
Maafkan jika semua hutang ini telah membuat Allah tak berkenan. 

Maafkan karena hanya pemaafan dan kebahagiaan kalianlah yang bisa membuat hidup ayah dan ibu lebih baik dari sebelumnya.

Iya, lebih baik dari sebelumnya.
Selamat memeluk anak-anak kita.
@tagdoctors

Operasi vs herbal

Suka geregetan klo ada penyakit medis yg CUMA ditangani obat-obatan herbal +. Ruqyah.😟😟😟

.

Belum 3bln saya lihat BB Ummahat itu udah susut banyakkkk.. Beliau yang biasanya klo beli baju k saya nanyain yg super jumbo, sekarang TDK lbh berisi dibandingkan saya yg emng mungil ini. 😔

.

“Ada pembengkakan kelenjar tiroid..”

“G disarankan operasi tadz?”

“Coba alternatif dulu..”

.

Whuahhhh sebel saya mpe suami yg mesti dengerin ocehan penting g penting saya 🤐🤐🤐

.

Bukan. Bukan saya g percaya dengan kekuatan doa, tapi rasa nya ikhtiar itu blm maximal aja. Toh dokter yg punya ilmu spesialis di bidang nya kita acuh kan gitu aja, lbh milih herbal yg -maaf- blm byk dibuktikan secara ilmiah, bahkan dosis pun blm jelas. Sementara agama ini begitu mengedepankan ilmu pengetahuan bukan?😔

.

Dokter vonis kista, mpe bertahun-tahun kita tunda operasi trus konsumsi ini itu herbal yg ditawarkan sales nya itu..

Bertahun-tahun berlalu, tubuh makin ringkih, hamil tak bisa, beraktivitas pun susah. Tapi masih kita mengandalkan obat herbal dan doa, padahal ada solusi yg ditawarkan oleh ahlinya.

.

Ketika tak ada perubahan, di tahun kelima akhirnya operasi dengan mengeluarkan kista 3kg beratnya, subhanallah..

Dan ternyata, sehat kan Alhamdulillah. Lalu hamil anak kedua, Masya Allah..

.

.

.

Di lain kisah, teman ini mengeluh sariawan beterusan. Dua tiga bulan blm ada perubahan. Enggan k dokter. Minum air ini itu. Herbal ini itu. Oh teman, kita punya saudara yg ahli masalah seperti ini.

.

6bln berlalu, sariawan makin menjadi, makan sudah tak mampu lagi. Baru lah pasrah dibawa ke dokter gigi. Dokternya kaget bukan kepalang. Langsung dirujuk k ahli bedah karena khawatir diagnosanya salah, sekedar memastikan. Dan ternyata benar. Itu bukan sariawan, tapi kanker lidah, innalilahi..

.

Tapi terlambat sudah kawan..

15x disinar tak bawa perubahan. Rencana kemoterapi ke 16, teman ini sudah tak tahan. Akhirnya berpulang ke pangkuan Tuhan.😭😭😭

.

.

Saya yg menikmati status sebagai pasien hanya ingin mengajak hati nurani mereka yg sakit utk lbh realistis. Sakit itu hadiah, kawan..

.

Bukan kah ketika kita bersabar Allah janjikan gugur dosa-dosa karena nya?

Sakit itu bukan aib..

Dan operasi itu bukan akhir segalanya..

Bisa jadi ia awal hidup bahagia..

.

Yg akhawat, jika terasa ada yg tak nyaman di bagian payudara, cek lah segera. Perlu curiga. Jika tak yakin, tanya ahlinya..Jgn sungkan hanya Krn tak ingin tersingkap aurat di hadapan bukan mahram lalu kita mengabaikan penyakit yg bisa saja merenggut nyawa kita tiba-tiba..

.

Bukan takut mati..

Tapi jika sakit bisa diobati, knp tak memaksimalkan ikhtiar ini??

.

.

Oh ya satu lagi..

Jika ahli mendeteksi sakit kita dan ada solusi medis nya, sempurna kan lah. Herbal sebagai penyempurna, bukan pengalihan ikhtiar kita..

Yakin lah, para dokter itu pun berjihad dg profesi mereka..

Berilah kesempatan mereka berkerja, lalu kita iringi doa tawakal kita..

Tidak semua sakit disarankan operasi..

Tapi jika dokter mengharuskan operasi, percayalah.. itu yg terbaik untuk saat ini..

Kenapa tidak kita coba sebagai ikhtiar total kita??

Ternyata MLM itu halal ini penjelasannya

Bismillah..
Saya senang dg euforia teman2 yg berniaga setelah Aksi 212 yg fenomenal itu..

Tapi yg saya sayangkan, kita seperti terhanyut dg sugesti bahwa muslim harus kaya tapi g tengok kiri kanan lagi ttg syariat nya.

.

Bolak balik saya ajak diskusi bbrp teman ttg MLM..

Dan terakhir, seorang teman nge-share Link fatwa MUI untuk mendukung pendapat nya bahwa bisnis yg ia jalankan itu halal dan sesuai Syariah.

.

.

.

Mampir lah saya ke laman ini.

👇👇👇

.

Isi nya ada 12 poin syarat yg harus dipenuhi suatu sistem bisnis penjualan langsung berjenjang atau yg lbh sering kita kenal dg istilah MLM..

.

Yuks kita kupas satu satu  😊😊😊

.

🔎Ketentuan Hukum🔎

Praktik PLBS wajib memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

1. Ada obyek transaksi riil yang diperjualbelikan berupa barang atau produk jasa.

👉 Clear

.

2. Barang atau produk jasa yang diperdagangkan bukan sesuatu yang diharamkan dan atau yang dipergunakan untuk sesuatu yang haram

👉 Clear

.

3. Transaksi dalam perdagangan tersebut tidak mengandung unsur gharar, maysir, riba, dharar, dzulm, maksiat

👇👇👇

⛔ Gharar

Di dalamnya terdapat bentuk ghoror (spekulasi tinggi atau untung-untungan) yang diharamkan syari’at. Karena anggota tidak mengetahui apakah ia bisa menarik anggota yang lain ataukah tidak. Pemasaran berjenjang atau sistem piramida jika berlangsung, suatu saat akan mencapai titik akhir. Anggota baru tidaklah mengetahui apakah ketika menjadi bagian dari sistem, ia berada di level tertinggi sehingga bisa mendapat untung besar atau ia berada di level terendah sehingga bisa rugi besar. Kenyataan yang ada, anggota sistem MLM kebanyakan merugi kecuali sedikit saja yang berada di level atas sehingga beruntung besar. Jadi umumnya, sistem ini mendatangkan kerugian dan inilah hakekat ghoror. Ghoror adalah ada kemungkinan rugi besar atau untung besar. Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang dari jual beli ghoror sebagaimana disebutkan oleh Muslim dalam kitab shahihnya.

.

⛔Riba

Dalam fatwa Al Lajnah Ad Daimah no. 22935 tertanggal 14/3/1425 H menerangkan mengenai MLM yang terlarang Di dalamnya terdapat bentuk riba fadhl dan riba nasi-ah.

.

 Anggota diperintahkan membayar sejumlah uang yang jumlahnya sedikit lantas mengharapkan timbal balik lebih besar, ini berarti menukar sejumlah uang dengan uang yang berlebih. Ini jelas adalah bentuk riba yang diharamkan berdasarkan nash dan ijma’. Karena sebenarnya yang terjadi adalah tukar menukar uang. Dan bukan maksud sebenarnya adalah untuk menjadi anggota (seperti dalam syarikat)

.

.

.

.

.

.

4. Tidak ada harga/biaya yang berlebihan (excessive mark-up), sehingga merugikan konsumen karena tidak sepadan dengan kualitas/manfaat yang diperoleh;

.

.

5. Komisi yang diberikan oleh perusahaan kepada anggota baik besaran maupun bentuknya harus berdasarkan pada prestasi kerja nyata yang terkait langsung dengan volume atau nilai hasil penjualan barang atau produk jasa, dan harus menjadi *pendapatan utama* mitra usaha dalam PLBS;

.

.

.

.

6. Bonus yang diberikan oleh perusahaan kepada anggota (mitra usaha) harus jelas jumlahnya ketika dilakukan transaksi (akad) sesuai dengan target penjualan barang dan atau produk jasa yang ditetapkan oleh perusahaan

.

.

.

7.Tidak boleh ada komisi atau bonus secara pasif yang diperoleh secara reguler tanpa melakukan pembinaan dan atau penjualan barang dan atau jasa;

🤔

.

.

8. Pemberian komisi atau bonus oleh perusahaan kepada anggota (mitra usaha) tidak menimbulkan ighra’.

.

👇👇👇

⛔Ighra’ adalah daya tarik luar biasa yang menyebabkan orang lalai terhadap kewajibannya demi melakukan hal-hal atau transaksi dalam rangka mempereroleh bonus atau komisi yang dijanjikan.

.

.

9. Tidak ada eksploitasi dan ketidakadilan dalam pembagian bonus antara anggota pertama dengan anggota berikutnya;

.

.

.

.

10. Sistem perekrutan keanggotaan, bentuk penghargaan dan acara seremonial yang dilakukan tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan aqidah, syariah dan akhlak mulia, seperti syirik, kultus, maksiat dan lain-lain;

.

Daftar cuma sekian ribu langsung dapat hadiah sekian ratus ribu itu termasuk poin riba.

.

.

11. Setiap mitra usaha yang melakukan perekrutan keanggotaan berkewajiban melakukan pembinaan dan pengawasan kepada anggota yang direkrutnya tersebut;..

.

.

12. Tidak melakukan kegiatan money game.

.

.

.

📝Kesimpulan lain-lain

🔎Seseorang yang bertujuan membeli produk saja tanpa ambil peduli dengan bonus yang dijanjikan perusahaan MLM karena ia merasa cocok dengan produknya, Maka konsumen ini sesungguhnya telah tertipu karena harga jual yang telah ditetapkan oleh perusahaan lebih dari 60% dianggarkan untuk pemberian bonus. Hal ini disepakati oleh seluruh perusahaan MLM. Maka pembeli yang hanya membeli barang saja dia telah tertipu karena harus membayar 60% dari harga barang untuk bonus orang-orang dalam jaringan, padahal ia membeli produk langsung dari tangan pertama.

Berbeda dengan harga yang sampai ke tangannya melalui sistem marketing biasa sekalipun termasuk biaya agen dan iklan, jika ia memotong jalur perantara maka dia dapat memperoleh potongan harga. Persentase lebih dari 60 untuk bonus dan kurang dari 40 untuk biaya produksi barang jelas bahwa status barang hanyalah sebagai kedok untuk melegalkan Pyramid Scheme, di mana yang diinginkan adalah uang dan bukan barang.

.

.

🔎Adapun pendapat bahwa komisi-komisi tersebut masuk dalam kategori hibah (hadiah), maka ini tidak benar. Andaikata pendapat itu diterima, maka tidak semua bentuk hibah itu boleh menurut syari’at. Sebagaimana hibah yang terkait dengan suatu pinjaman utang termasuk dalam riba. 

.

Karena itu, Abdullah bin Salam berkata kepada Abu Burdah radhiyallahu ‘anhuma,
إِنَّكَ بِأَرْضٍ الرِّبَا بِهَا فَاشٍ ، إِذَا كَانَ لَكَ عَلَى رَجُلٍ حَقٌّ فَأَهْدَى إِلَيْكَ حِمْلَ تِبْنٍ ، أَوْ حِمْلَ شَعِيرٍ أَوْ حِمْلَ قَتٍّ ، فَلاَ تَأْخُذْهُ ، فَإِنَّهُ رِبًا
“Sesungguhnya engkau berada di suatu tempat yang riba begitu merajalela. Jika engkau memiliki hak pada seseorang kemudian dia menghadiahkan kepadamu sepikul jerami, sepikul gandum atau sepikul tumbuhan, maka hadiah itu adalah riba.” (HR. Bukhari dalam kitab shahihnya). Dan hukum hibah dilihat dari sebab terwujudnya hibah tersebut. Karena itu beliau ‘alaihish shalatu wa sallam bersabda kepada pekerjanya yang datang lalu berkata, “Ini untuk kalian, dan ini dihadiahkan kepada saya.” Beliau ‘alaihish shalatu wa sallam bersabda, “Bagaimana seandainya jika engkau tetap duduk di rumah ayahmu atau ibumu, lalu engkau menunggu apakah engkau mendapatkan hadiah (uang tips) atau tidak?” (Muttafaqun ‘Alaih)

.
Komisi MLM sebenarnya hanyalah diperoleh karena bergabung dalam sistem pemasaran MLM. Apapun namanya, baik itu hadiah, hibah atau selainnya, maka hal tersebut sama sekali tidak mengubah hakikat dan hukumnya.

.

.

🔎Seseorang yang ikut bergabung dalam MLM dengan tujuan bonus. Karena, bonus yang dijanjikan untuk tahun pertama saja sangat besar dan jauh dibanding harga barang yang dipasarkan kepada kedua orang yang sekaligus merupakan downlinenya. Bahkan ada yg baru daftar udh dikasi bonus. Kerja belum udh dpt upah.
dan tujuan ini merupakan tujuan utama mayoritas orang-orang yang bergabung dalam MLM, yaitu memperoleh bonus puluhan juta rupiah. Dalam kasus ini jelas bahwa barang hanyalah sebagai kedok untuk melegalkan Pyramid Scheme yg sudah difatwakan haram.

.

.

🔎Dari penjelasan di atas , untuk MLM dikatakan halal, bisnis tersebut HARUS TDK bersinggungan dengan satu poin saja dari 12 poin yg disampaikan oleh MUI.

.

.

.

Nah, Sudah aman kah bisnis mu 😊😊😊

.

.

Moga kita bisa benar-benar hijrah aamiin..

.

🌸🌸🌸Update 22 Maret 2017🌸🌸🌸

.

💾💾💾Sumber: 

https://almanhaj.or.id/3876-mlm-bolehkah.html

http://www.dsnmui.or.id/index.php?mact=News,cntnt01,detail,0&cntnt01articleid=78&cntnt01origid=59&cntnt01detailtemplate=Fatwa&cntnt01returnid=61 

http://www.assalammadani.or.id/2016/08/perbedaan-antara-riba-gharar-dan-maysir.html?m=1

https://rumaysho.com/2490-meninjau-hukum-mlm.html&ei=pxFzSDgX&lc=id-ID&s=1&m=945&host=www.google.co.id&ts=1487995341&sig=AJsQQ1AiSl4cJyAGtDFRV787buusXy4AQg

.

menggugat ADK

ini tadi nya mau dijadiin buku. tapi makin hari makin greget lihat isi timeline bikin gerah tapi g berbanding lurus dengan kesempatan melanjutkan kisahnya.

y udahlah..post sini ja 😀 😀 😀

 

*ini agak serius

.

.

I<>I<>I<>I<>I<

.

.

Dakwah Muslimah dulu dan kini:

Menggugat Aktivis Muslimah I

 

Ada tiga hal yang menjadi landasan kerja-kerja dakwah. Pertama, Quwattul Aqidah, kuatnya keyakinan kita kepada Allah. Kedua Quwwatu Ilmi, kekuaan ilmu seorang dai. Karena hanya dengan ilmu –lah kita bisa menyampaikan dakwah mulia ini dan tahu bagaimana dakwah yang sesuai untuk objek dakwah kita. Ketiga, quwwatu ukhuwahm kuatnya ukhuwah di antara para pengusung dakwah. Point ketiga ini merupakan keniscayaan, karena dakwah ini adalah proyek amal jama’i. ukhuwah pula lah penguat dakwah.

“Sami’ na wa athoq na” yang menjadi ruh gerak gerakan dakwah, berawal dari ketuntasannya proses ukhuwah yang purna. Tahapan pertama adalah ta’aruf (saling mengenal), lalu kedua taffahum (saling memahami) dan ketiga adalah takaful (saling menolong). Bagi ADK yang telah sukses melewati tahap demi tahap tersebut, tak kan kesulitan memahami dan menerapkan konsep ‘qiyadah wal jundiyah’. Apalagi jika masing-masing personil dalam LDK tersebut telah semua mengikuti tahapan yang sama.

Sejarah telah membuktikan, bahwa mereka yang sukses dan menjadi pemimpin-pemimpin yang berkharakter adalah mereka yang dulu ‘hati’nya tertaut pada Rabb nya sehingga pasca kampus pun, suasana dan karakter tersebut telah terbentuk dengan baik.

Timbul pertanyaan dibenak saya setelah ‘tak sengaja’ berdiskusi dengan beberapa ADK aktif di kampus melalui facebook beberapa waktu lalu. Dari pernyataan yang mereka lontarkan, muncul pertanyaan: Bagaimanakah sebenarnya hubungan Murobbiy – Mutarobbiy serta Qiyadah – Jundiyah di kampus saat ini? Mengapa ‘sepertinya’ sekarang menjadi tidak jelas mana qiyadah mana jundi-nya? Mengapa beberapa di antaranya cenderung stagnasi (jika tak ingin dikatakan mati suri)? Ada apa?

Sebelum penggagas bunga rampai ini menghubungi kami, saya sempat tabayyun ke beberapa ADK. Alhamdulillaah bertemu dengan salah satu akhowat yang ternyata Murobbiyah kampus. Dari diskusi dengan mereka, ada beberapa argumentasi yang bisa saya simpulkan.

Argumentasi pertama datang dari mereka yang telah melewati kehidupan kampus tapi masih berinteraksi. Menurut mereka, ADK masa kini telah melupakan atau mungkin keliru  dalam memahami konsep ‘qiyadah wal jundiyah’. Banyak dari mereka hanya menjadikan konsep ini sebagai materi training dan daurah tapi terhenti sebatas hafalan saat post test kelulusan. Hasilnya seperti mahasiswa saingan Rachondas di film 3 idiot itu. Nilainya luar biasa tapi gagal dalam pemahaman serta aplikasi. Kasusnya, ketika Qiyadah memerintah laksanakan A, tapi di lapangan, sang jundi ‘kreatif’ mengambil jalan yang ‘menurutnya’ lebih efektif. Seperti hasil tabayyun saya ke Murobbiy kampus terkait beberapa kasus.

Argumentasi berikutnya datang dari mereka yang masih aktif di LDK. Entah mengapa Allah sampaikan langkah mereka ke rumah kecil kami petang itu. Dan hujan memberikan luang waktu berdikusi lebih panjang lagi. Mayoritas dari mereka seakan mengalami kejenuhan dalam melakukan kreasi atau bahkan inovasi dalam dakwah. Mereka ini memang tengah berjubel di lapangan dan terkadang ‘ada’ yang merasa ‘paling’ baik eksternal dan internal. Kadang berdiskusi dengan senior yang berada pada kehidupan pasca kampus dilakukan hanya di awal kepengurusan atau bisa jadi enggan berdiskusi dengan beberapa pihak karena ada ‘selentingan’ masuk hingga mengundurkan diri.

“Mereka hendak membentuk citra baru ADK. Dan kami kurang suka caranya.“ Begitu katanya.

Beberapa ADK ‘kreatif’ ingin membentuk citra yang lain bahkan sangat lain dari sebelumnya. Mencoba beragam cara tapi sepertinya lupa jika istiqomah -lah kunci utama keberhasilan gerakan. Dan pendapat ini pula lah yang mengantarkan beberapa ADK berhenti lalu memilih gerakan lain yang masih berjati diri. Usrah pun tak hadir di sini. Yang seharusnya ‘sami’ na wa athoq na” menjadi ‘sami’ na wah fikir-fikir dulu ya..”

Terlupa kah kita bahwa rahasia menjadi ADK karena melaksanakan perintahNYA?

Kreasi dan inovasi itu perlu.

DULU… pamflet syiar kegiatannya kaku. Tak boleh banyak variasi ini itu. Kartun sedikit sudah dilirik kaderisasi diminta ganti yang baru. Herannya, peserta yang datang insya Allah betah di lingkungan dan akhirnya ikut liqo’an. Bertambah lagi kader militan.

SEKARANG.. kelihatan makin eye-catchy dengan typhografi. Alhamdulillaah..moga makin panjang barisan pejuang risalah para nabi.

DULU… kendaraan pribadi sedikit yang punya. Ada nya motor astrea tua susah pula engkolnya. Motor satu dibawa ke mana-mana sampe lupa siapa yang punya. Datang majlis ilmu mesti bolak balik jemputannya. Yang kurang sabar antrian milih berlarian atau santai berjalan. Tak peduli terik memanggang dan peluh berlompatan.

SEKARANG…jangankan roda dua, roda empat pun ada. Manual bisa. Matic juga. Majlis ilmu makin ramai ya, insya Allah.

Ekspansi perlu, penguatan jati diri butuh. Tapi, apa guna jumlah tapi gagal perbaikan ruhiyah? Apa tujuan kegiatan jika kader tak terbina? Jumlah kader yang bertahan dalam banyak cabaran –lah tolak ukur kesuksesan kegiatan. Bukan banyaknya yang datang dengan beragam latar belakang tapi hilang begitu acara bubaran. “Tak perlu menjadi yang mereka mau dalam bersyiar karena kita sudah punya aturan yang baku. Cukup tawarkan dengan segala konsekuensi keputusan.” Begitu bunyi motivasi penguatan.

DULU… minim kader pun pernah terjadi. Kader inti angkatan yang sama berulang kali. Tapi mereka tak peduli. Mereka tinggalkan dakwah birokrasi, focus kaderisasi. Ada juga yang ambil aksi sendiri. Terjun bebas ke eksekutif tanpa permisi. Tak indah kan hasil syuro para petinggi. Susah payah mereka menjaga hati. Ada juga yang tewarnai karena tak kokoh jati diri.

SEKARANG… katanya, minim kader kembali terjadi. Open recruitment jadi solusi. Siapa saja bisa jadi. Akhirnya barisan dakwah tersusupi. Moga bisa segera diatasi.

 

Yaa akhawatiy fillaah..

Karena ‘gagal faham’ konsep pula lah yang menimbulkan persepsi ‘ADK hanya milik sekelompok dan tertutup atas kelompok lain.’ Ini biasa nya terjadi pada mereka yang tak hanya aktif di LDK, tapi juga organisasi dalam kampus lainnya. ‘Alih-alih’ mampu mewarnai wajihah barunya, yang terjadi malah sebaliknya. Mereka seakan-akan lupa bahwa ada perbedaan bagi ADK dengan aktivis biasa.

Secara tak langsung, kita sendiri lah yang menghasilkan argument ketiga. Argument yang menilai ada eksklusivitas dari ADK. Mulai dari perbedaan penampilan, gaya bicara, yang membuat mereka yang baru ingin bergabung merasa tidak dihormati dan mengklaim bahwa mereka belum siap alim. Sampai pula pada stigma bahwa ADK itu underbouw gerakan social politik “you know” lah. Bagaimana tidak jika semangat meramaikan kegiatan gerakan social politik tapi enggan melepaskan sejenak atribut LDK tercintanya.

Lalu bagaimana?

Ah, antum lebih tahu bagaimana seharusnya. Tak perlu mendatangkan siapa. Cukup diskusikan internal saja. Buatlah ‘rule of the game’ sendiri yang disepakati bersama.

Akhawatiy fillah..

Apa pun citra yang hendak antum bentuk, apa pun program yang antum telurkan, INGATLAH tuk kembali pada fitrah kalian. Kembali lah pada konsesi dan konsepsi kalian sendiri. Kreasi dan inovasi tidak lantas membuat kalian tercerabut dari akar hingga abaikan jati diri. Jika engkau malu dengan pakaian syari tanpa make up mu, ketakutan akan labrakan musuh, gentar berdiskusi lantang dengan dosen yang menentang, khawatir jika atribut bertebaran peserta seminar tak datang, maka TANYA kan : AKU AKTIVIS ATAU BUKAN?

Apa pun dalih mu, jika tak kembali pada khittah mu, maka tak ada pembenaran atas itu.

Untuk itu, jalani proses tarbiyah madal hayah ini tanpa henti. Lalui tiap fase nya dengan pemahaman yang mumpuni juga internalisasi dalam diri. Agar lahir akhlak-akhlak berbudi, pribadi yang saling mencintai, menghargai juga rendah hati. Yang menjaga lisan untuk setiap lontaran. Dan menjaga hati dengan penuh kesungguhan.

“Dakwah butuh kader militant, bukan karbitan. “ (Ustz. Rochma Yulika)

Kini, masa nya antum berjuang. Jadikan amanah ini sebagai yang pertama di ingatan. Jangan jadikan ia sebagai selingan. Karena Allah memilih antum bukan atas nama ketidaksengajaan.

“Dakwah ini adalah proyek Allah, dan kita hanya melaksanakannya saja. Kalau langkah-langkah kita sesuai dengan irsyadat (bimbingan) dan taujihat (arahan-arahan) Rabbaniyah wa Nabawiyyah, kita akan dimenangkan oleh Allah, insya Allah. “ (ust. Hilmi Aminuddin)