ketika istri [masih] belajar masak

mmm..3 hari terakhir ini saya diingat2kan mulu ttg ‘m.a.s.a.k’

di mana2 nah..entah di status fb..di komenan fb..di wall fb.. [ekekk3 itu satu tempat yakkk.. ]

dan akhirnyaaa…saya mencari justifikasi atas kekurang-pandai-an saya dalam memadukan bumbu2 di dapur..ixiixix [plak!]

yaaa..tapi tetap tak sepenuhnya ini asal2an saya posting demi kepentingan pribadi saya loh ya.

seperti biasanya..saya tetap berharap ada manfaat buat teman2 yang dah repot2 mampir ke blog kami ini..ohoho3

join sini biar jago masak..ixixiix

join sini biar jago masak..ixixiix

begini ceritanya..

copy-paste aja lah yaaaa…eheh3

Kisah Inspiratif Untuk Keharmonisan Rumah Tangga…

Seorang teman dari Jeddah bercerita, ketika saya baru menikah datanglah sahabat saya ke rumah. Saya minta kepada istri untuk membuat kopi Arab dan menyiapkan korma dan makanan ringan lainnya.

Istri mengetuk dari balik tabir sebagai pertanda termos kopi sudah siap untuk dihidangkan.

Ketika kami mulai meminum kopi, rasanya aneh sekali ?! Ia memang sama sekali belum bisa membuat kopi yg enak dan belum bisa memasak.

Sahabat saya mengatakan bahwa kita berdua harus menghabiskan kopi satu termos, untuk menjaga perasaan istri dan memotivasi lebih semangat membuat kopi yg enak.

Ketika tamu pulang, istri merapikan jamuan maka ia dapati termos dalam keadaan kosong. Ia gembira sekali dan timbul percaya diri.

Saat makan ternyata masakan istri kebanyakan garam sangat asin. Istri saya sendiri yang memasak hanya mampu makan satu atau dua suap saja. Saya teringat dengan pesan sahabat maka saya santap makanan yang dihidangkan dengan lahap tanpa tersisa dalam rangka menggembirakan hati istri dan menumbuhkan rasa percaya dirinya.

Alhamdulillah sekarang istri saya paling pandai memasak diantara keluarganya dan di keluarga kami.

Dalam berumah tangga perlu kesabaran ekstra dan masing-masing hendaklah memberikan yang terbaik untuk pasangannya.

Semoga kisah ini bermanfaat untuk penganten baru dan untuk calon penganten, termasuk untuk kita semua yang sudah lama menikah. [Kiriman Al-Akh Fariq Al Amri]

Sumber: kajianislam.net

Saya kira, kalau ada laki-laki yang memasukkan syarat “harus bisa masak” bagi calon istrinya, maka dia sebenarnya bukan sedang nyari istri, mungkin sebenarnya sedang nyari koki.

Nah, sayangnya, ada sebuah rahasia kecil, wanita yang pandai memasak, lebih menyukai ke laki-laki yang bisa menerima apa adanya calon istrinya. Jadi tidak ketemu.

Selalu gunakan kriteria mendasar dan kokoh saat mencari jodoh. Seperti, carilah wanita yang mau memastikan keluarganya makan masakan yang halal dan baik, maka bahkan saat dia tidak tahu apa itu panci, yang mana itu kuali, apa beda lengkuas dan jahe, dia akan belajar memasak habis2an.

*Tere Lije

***

salam santun.. ^_^21

salam smangad slalu.. ^_^/

salam smangad bekerja dalam cinta hingga harmoni kan tercipta.. \^_^/

aamiin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s