Mengumbar Kemesraan di Facebook & Blog (Website)

pernah liat sampul majalah islami yang nampilin kemesraan keluarga islami?

atawa di acara live bareng keluarga mereka, g ada tuh yg protes..

“masya Allah..potret keluarga sakinah..”

542590_10151540811773973_1019231447_n

atawa pernah terbaca status gombal para pelaku pacaran di fb?

gerah g liatnya?

“ahh wajaaarr..mereka kan pacaran..”

biasanya gitu komen yg keluar..

tapi klo pelakunya yg udah sah??

kog jadi pada gerah yakk..rame sangad..

mmm..

akhirnya nyari referensi tentang perkara beginian.. [nyari justifikasi sangad yakkk..[plak!]]

yaaa..secara tiap dikenalin suami dg ustadz2 di provinsi, semuanya mesra sangad dg pasangannya..ada yg ke mana2 g lepasin rangkulan di pundak istrinya.. [hayooww…yg di bengkulu silahkan tebak siapakah snag ustadz itu.. 😀 ]

pernah pas ke rumah tahfidz di Bengkulu, ustadz nya sangaja sangad cipika cipiki sang istri.. “begini bermesraan dg istri, akh.. masa pamit sholat cuma bilang ‘assalamu’alaykum’ doank..” pamernya dengan saya dan suami..

aahhh..malah kami yg malu dibuatnya.. 😀

berikut copas-edit dr sumber yg didapat..

cekidot yakk.. \^_^/

……….

Akhi Teguh Prihattanto memberikan statement-nya setelah ditanyakan kepada al ustadz Fuad Hamzah Baraba’, dosen STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya.

Bismillah … Afwan agak mengungkit lagi …
Walhamdulillah tadi subuh sudah ana tanyakan kepada salah ustadz pengajar STAI ALi bin Abu THalib Surabaya, dengan Ustadz Fu’ad Hamzah Baraba’

Penjelasan beliau ana rangkum dan ana sampaikan dengan bahasa ana, dan sedikit tambahan untuk penjelasan dari ana pribadi …

Ana tanyakan kepada beliau masalah suami istri yang sama² punya akun fb dan saling menulis sesuatu sepertii

“Sayang sudah makan ..??

“Sayang anak² sudah bangun …??” ..

atau “Sayang aku merindukanmu” (bagi yang terpisah jarak yang agak jauh dan ini tambahan dari ana)

Beliau menyampaikan, pada dasarnya apa yang dimaksud bermesraan disini ..??

Harus diberikan batasannya, apakah sampai dengan batas yang dilarang hingga seperti menceritakan hubungan suami istri atau menceritakan ciuman dll ..?? atau sekedar sewajarnya seperti saling menyapa dll …?? Bisa jadi orang lain menganggap biasa bisa jadi menganggap mesra …

maka perlu diperinci perbuatan yang dimaksud bermesraan disini, bagi orang fasiq berciuman di tempat umum bagi mereka biasa dan mungkin kemesraan bagi yang biasa melakukannya, bagi kita mungkin sesuatu hal yang tidak etis dan menganggap tidak punya rasa malu. [rasanya yg tertarbiyah dengan baik tau benar batasan yang ini, insha Allaah..]

Kemudian beliau juga menganjurkan jika suami istri sebaiknya tidak menulis hal² yang dirasa pribadi yang bisa dibaca oleh semua orang atau kalangan, skrg kan sudah ada sms … atau inbox … dan hendaknya lebih baik seperti itu . (untuk poin ini pendapat dek didit memang benar)

Apakah hal tersebut diatas termasuk dalam bermesraan di tempat umum ? beliau kembali kepada bermesraan yang bagaimana yang dimaksud ..??

jika hanya berpegangan tangan , atau canda suami istri yang wajar maka Insya ALLOH tidak mengapa. Selama tidak berlebihan seperti Suami istri berciuman di tempat umum, atau jika kasus di FB mungkin seperti chatting yang berbau mengarah kepada porno atau sejenisnya, atau saling menyapa dengan menceritakan aurat istri atau suaminya seperti

“Sayang baumu tadi pagi harum sekali … jadi pengen cepat pulang … ” 😀

dan sejenisnya …

adapun seperti hal ini beliau menganjurkan seperti poin diatas tadi .. lebih baik diketahui suami istri.

Kemudian, jika ada yang melihat kata² mesra antar suami istri di FB kemudian membuat iri bagi yang belum menikah apakah termasuk dzhalim ?

Beliau menyampaikan sesungguhnya kemungkinan yang iri adalah orang yang belum mampu menikah atau belum bisa menikah, tetapi mungkin hal tersebut bisa juga menjadikan orang lain untuk segera menikah demi menjaga diri dan kemaluannya.

Apakah orang yang menulis di FB yang dimaksud tadi ( dianggap bermesraan antar wall suami istri) dianggap seperti syaitahn laki² dan perempuan yang berhubungan di jalan dan dilihat orang lain seperti yang disabdakan Rasulullah ..??

Beliau menjelaskan, jika tidak sampai menceritakan hubungan suami istri yang detail seperti bagaimana mereka berciuman, jima’ dll Insya ALLOH tidak sampai dihukumi seperti itu, karena yang dimaksud dalam hadits itu adalah menceritakan hubungan jima’ suami atau istri setelah mereka berhubungan kepada orang lain, dan disisi lain Imam An Nawai dan Imam Asy Syaukani juga menjelaskan tentang hal itu …

Kemudian apakah bermesraan yang dimaksud jika seperti Rasulullah memuliakan istri² beliau seperti hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik (amula beliau) tentang Rasulullah berjalan menuntun Shofiyyah dan memakaikan Mantel kulit serta menaikkan Shofiyyah ke unta dengan berdiri di paha Rasulullah .. maka hal ini adalah termasuk memuliakan istri … 🙂 dan dianjurkan Insya ALLOH … (dan lihatlah hal ini dilakukan di tempat umum) … 🙂

yg ini haram?

yg ini haram?

gman klo yg ini?

gmana klo yg ini?

klo yg ini?

klo yg ini?

yg beginian aman?

yg beginian aman?

Kesimpulannya :

  1. Bagi suami istri hendaknya saling menjaga hubungan mereka dengan sewajarnya di tempat umum, dan jika ada keperluan yang bersifat pribadi hendaknya tidak terbuka dan dibaca oleh orang lain, bisa lewat sms atau inbox.
  2. Adapun masalah jika ada yang iri melihat yang seperti itu, hendaknya beristighfar kepada ALLOH dan mohon diberikan jalan dan kemudahan untuk segera menikah bagi yang belum menikah, karena iri hanya diperkenankan berkisar pada 2 hal , pada orang yang berilmu yang digunakan ilmunya untuk diajarkan kepada orang lain di jalan ALLOH, serta pada orang yang mempunyai harta yang digunakan di jalan ALLOH. Dan hendaknya lebih bersemangat untuk menjaga diri dan ikhtiar untuk segera menikah dengan niat menjaga diri dan kemaluan karena ALLOH jika melihat hal seperti itu.
  3. Bab bermesraan di tempat umum , dan termasuk menulis wall dengan kata² mesra antar suami istri, perlu ada perincian apakah termasuk seperti perbuatan syaithan² laki² dan perempuan yang disabdakan Rasulullah atau bukan. Tidak langsung menghukumi sama.
  4. Hendaknya tidak bermudah²an berfatwa sesuatu hukum sebelum diperinci terlebih dahulu sehingga terjebak dalam menghukumi sesuatu yang sama yang pada hakekatnya belum tentu sama ..

Dan semoga tulisan ini bermanfa’at dan jika ada kata² ana yang salah ana mohon maaf jika merupakan kebenaran maka kebenaran itu datangnya dari ALLOH, jika ada kesalahan ana minta ma’af dan kesalahan itu datangnya dari ana dan syaithon …

Allohu’alam bi showab.

source

Advertisements

3 thoughts on “Mengumbar Kemesraan di Facebook & Blog (Website)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s