Cinta Gentayangan VS Cinta Sejati

Ini tulisan bukan saya yg nulis yaaa.. Copas dari teman trus diedit gaya gue (halah) 

Tp saya lupa nama nya-_-‘

Moga menjadi kan ilmunya barokah aamiin
>|<|>|<|>|<

Cinta Gentayangan VS Cinta Sejati

 

Hari Rabu kemarin saya ikut suami tugas ke Bandung. Entah kenapa saya ikut berangkat padahal biasanya saya kurang tertarik untuk ikut tugas ke luar kota.

Apakah kami mencari kuliner Bandung yang terkenal atau ke Factory Outlet? Tidak. Kami ke perumahan Darut Tauhid. Ada kajian.

Di pengajian ini saya baru dengar istilah, orang2 yg gentayangan mencari cinta hehe.

Menurut ustadzah Ummi Hanen yg lulusan Al Azhar Kairo ini, semua orang itu gentayangan mencari cinta. Waktu masih muda galau mendambakan suami idaman hati.
Tapi setelah mendapatkan pasangan yg didambakan dan berkeluarga ternyata masih gentayangan.

Kenapa ya?

Oh …ternyata suami tidak seperti yang didambakan. Misalnya jarang pulang atau … tidak bisa diandalkan. Walau sangat dicintai.

Sebaliknya, terkadang bisa diandalkan tapi tidak dicintai contohnya Datuk Maringgih 😀 

Suatu kali ada seorang istri yang beruntung mendapatkan suami yang begitu dicintai dan bisa diandalkan. Tapi ternyata cepat dipanggil Allah SWT sehingga membuat sang belahan jiwa ini merana, hati menjadi kosong.
Mengapa cinta yang seperti ini tidak membuat hati menjadi tenang?

Karena itu bukanlah cinta sejati. Cinta sejati hanyalah cinta Allah. Allah tidak pernah meninggalkan kita.

“Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci” kepadamu”.
(QS Ada Dhuha:3)

Tidak akan merasa kesepian orang yg mencintaiNya. Menghamba dan mengabdi hanya kepadaNya.
Kalau ada seseorang yg merasa kesepian sesungguhnya dia lah yg meninggalkan Allah. Karena Allah tidak pernah meninggalkan kita.

Cinta Allah ini begitu romantis. Jika kita mendekat sejengkal maka Allah akan mendekat sehasta. Coba kita renungkan hadis Qudsi berikut

Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.” (HR. Bukhari no. 6970 dan Muslim no. 267)

Ah. Alangkah indah Nya.

Cintailah Allah. Kita tidak akan kecewa. Sebaliknya, bersiaplah kecewa jika berharap kepada selain Allah.

Ah, saya baru tersadar. Saya jauh jauh terseret ke Darut tauhid ini agar kembali ke cinta sejati Nya. Duh , bahagianya Terima kasih ya Allah.

Lalu, apa ciri2 orang yg mencintai dan dicintai Allah?

 to be continued ya

*sesempatnya saya ya.. Jd jgn terlalu berharap dg saya yakkk 😀

Entah kpn saya sempat nya 😀 😀 😀

Advertisements

2 thoughts on “Cinta Gentayangan VS Cinta Sejati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s