Cinta gentayangan vs cinta sejati 2#

​NB : Ini lanjutan Postingan Cinta Gentayangan vs Cinta Sejati. Sekedar sharing ya. Mohon koreksi kalau ada kekeliruan. 

>|<|>|<|>|<

Mengejar Cinta Sejati

Siapakah manusia yg mendapatkan cinta sejati ini? 
Tentunya kita semua tahu Mariam kan? atau kalau pengikut Nasrani menyebutnya bunda Maria? 
Nah beliau inilah salah seorang yang sejak belia sudah mendapatkannya.
Tidak sempat gentayangan mencari cinta :).  

Tidak punya pasangan, tambatan hati.  Dari usia dini sudah mengabdikan diri di rumah ibadah. Sehingga kasih sayang orang tua pun tidak secara langsung dirasakan. Dari masa kehamilan, orang tuanya sudah bernazar agar anaknya kelak menjadi pelayan Allah. 

” (Ingatlah) takkala bermohon isteri Imran: YaTuhanku! Sesungguhnya aku telah bernazar (anak) yang dalam perutku ini akan diperhambakan kepada Engkau. Sebab itu terimalah daripadaku. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Pendengar, lagi Mengetahui.

Maka tatkala telah dilahir­kannya dia, diapun berkata: Tuhanku, sesungguhnya aku telah melahirkannya perem­puan. Padahal Allah terlebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu. Dan tidaklah laki-laki seperti perempuan. Dan aku telah menamainya Maryam, dan sesungguhnya aku memper-lindungkannya dan keturunannya kepada Engkau, daripada syaitan yang terkutuk.

Maka diterimalah (permo­honannya itu) oleh Tuhan­nya dengan penerimaan yang baik, dan Dia pertum­buhkan dia dengan pertum­buhan yang baik, dan mengasuh, akan dia Zakaria. Tiap-tiap masuk Zakaria ke tempatnya di mihrab, didapatinya ada makanan disisinya, berkata dia: Wahai Maryam! Dari mana Engkau dapat ini? Dia menjawab: dia adalah dari Allah. Karena sesungguhnya Allah memberikan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dengan tidak terkira.(QS 3: 35-37)
Maria adalah satu dari sedikit makhluk Allah yg mendapatkan hidangan langsung dari Allah. Inilah kelebihan dari orang yg dicintai Allah. 
Jadi orang yg diberi rezeki cukup oleh Allah adalah orang dicintaiNya? 

Belum tentu say..
Imam Ja’far al-Shadiq as berkata,

“Jika Allah menCINTAi seorang hamba, Allah ilhamkan kepadanya ketaatan, Allah biasakan ia dengan qana’ah(menerima apa yang ada), Allah karuniakan baginya pemahaman agama, Allah menguatkannya dengan keyakinan, Allah cukupkan baginya dengan sifat al-kafaf (merasa cukup dengan rezeki yang memadai) , Allah memakaikannya dengan sifat al-‘afaf.

Sebaliknya

 jika Allah memBENCI seorang hamba maka Allah jadikan dia menCINTAi  HARTA dan Allah MUDAHkan baginya untuk memPEROLEHnya, Allah iILHAMkan kepadanya DUNIAnya, Allah serahkan dia pada HAWA NAFSUnya, maka ia mengendarai al-‘inaad (keras kepala), ia mudah berbuat fasad (kerusakan), dan menzhalimi hamba-hamba (Tuhan)” (Bihar al-Anwar 103 : 26.) 

 Jadi jangan dikira bahwa orang yang hidupnya selalu bergelimang harta, kesenangan, diberi kemudahan atas segala usahanya itu berarti dicintai Allah. Belum tentu. Bisa jadi ia dicintai Allah, jika dengan segala kelebihan yang diberikan Allah itu ia semakin dekat dengan Allah. Contohnya Nabi Sulaiman AS. 

Orang yang dicintai Allah adalah orang yang semakin hari semakin taat kepadaNya tanpa merasa bahwa ia orang suci lalu menjadi sombong. Nauzubillah.  Bahkan Allah benci kepada orang yang merasa hebat dan tidak mau bertaubat. 

Jadi bagaimana agar kita dicintai Allah? 

Menurut Ustadzah Ummi Hanen, ada beberapa cara agar kita dicintai Allah.
Kita bahas satu satu ya..

Yang pertama, orang yg dicintai Allah adalah orang yang selalu bertobat.
Tidak ada seorangpun di dunia ini yang tidak mempunyai kekurangan atau kesalahan. Rasulullah SAW junjungan kita saja bertobat sampai 70 kali sehari. 

Tentu saja bertobat tidak hanya sekedar di mulut saja. 

Saya pernah ikut training PPA Pola Pertolongan Allah. Di training inilah saya dihentakkan dengan satu kalimat “Kita sering berbicara tentang Allah namun betapa  jarang kita berbicara dengan Nya”.

Hmmm… benar juga ya..

Doa atau dzikir saya seringkali  hanya diucapkan di mulut saja tidak pakai hati.

Kebayang nggak, ada orang minta maaf ke kita lalu ngomong nya begini “maaf, maaf. maaf.maaf.maaf maaf …. “terus sampai 100 kali. Rasanya pengen ditempeleng aja. “Huss diam. ngomong apa sih.” 😂

Kalau mau minta maaf kepada seseorang seharusnya kita datangi baik2,  bicara yg sopan lalu minta maaf dengan hati dan penuh perasaan. “Maaf ya say … aku ngga akan ulang lagi kesalahan ini. Suer ..janji deh…” terus senyum senyum sambil kedipin mata

Eahhhh..

pokoknya merayu lah. 😉

Nah. Kita ke Allah juga begitu. Doa juga jangan teriak 2, apalagi kalau meng “amin” kan doa sambil teriak teriak. Amin 2 x , Seolah berteriak “udahan doanya kepanjangan.’ Hadeuh. 

Allah itu dekat. Bahkan lebih dekat dari urat leher kita. Bagaimana sih bicara dengan yg ada di dekat kita. Berbisik aja. Jangan di dalam hati juga. Bersuara pelan yang mesra begitu lho. 

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (2:186)

Allah mencintai orang yg bertobat. Banyak sekali kelebihan yang diberikan Allah kepada orang yg sering mengucapkan istighfar. 

Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra.:
Ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Sungguh Allah akan lebih senang menerima tobat hamba-Nya yang beriman daripada seseorang yang berada di tanah tandus yang berbahaya bersama hewan tunggangan yang membawa bekal makanan dan minumannya. Lalu dia tidur kemudian ketika bangun didapati hewan tunggangannya tersebut telah menghilang. Dia pun segera mencarinya sampai merasa dahaga kemudian dia berkata dalam hatinya: Sebaiknya saya kembali ke tempat semula dan tidur di sana sampai saya mati. Lalu dia tidur dengan menyandarkan kepalanya di atas lengan sampai mati. Tetapi ketika ia terbangun didapatinya hewan tunggangannya telah berada di sisinya bersama bekal makanan dan minuman. Allah lebih senang dengan tobat seorang hamba mukmin, daripada orang semacam ini yang menemukan kembali hewan tunggangan dan bekalnya. (Shahih Muslim No.4929)

Masya Allah ya.. Begitulah cinta Allah kepada hambaNya yang bertobat. 

Apalagi yg bisa mendatangkan cinta Allah?
lihat catatan dulu ya..

Nyambung lg 😉

Alhamdulillah udh nemu yg kasi tulisan 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s