Jaket untuk Baba

“Loh, itu kenapa jaket nya dipake terbalik, Ba? Kog resleting nya di belakang gitu?”

“Mau cepat ni Bun. Ini resleting udah rusak. Baba jemput bucik dulu, ya..”

Aiyhhh suami ku udah seperti ‘driver ojek online’ saja. πŸ™„

Pagi sebelum berangkat kerja tugasnya nganterin aku dan duo krucils ke rumah nenek. Setelah kejadian pengasuh yang tak amanah itu jadi trauma nyari yang baru. Lebih tenang kalau mereka main dengan nenek dan datuknya. Ayah ibu mertua juga senang karena tinggal berdua saja di rumah. Bucik – si bungsu – juga udah kerja dari pagi sampai petang.

Selesai ritual pagi dengan duo krucils (baca: nyogok biar mau ditinggal dengan damai tanpa tantrum πŸ˜πŸ˜πŸ˜‚ ), tugas Baba ngojekin bucik ke PAUD nya. Lumayan loh itu. Padahal beda arah dengan tempat kerja Baba. 

Nah aku, biasa berangkat sendiri pake motor yang emang udah siap sedia dititip di garasi rumah nenek.

Nanti sore kebalikan nya. Baba jemput bucik. Baru deh kita berempat pulang ke rumah. Atau jika bucik pulang telat, setelah kami diantar pulang, baba jemput bucik lagi. Begitu terus tiap hari kerja.

Hari Minggu, giliran nenek minta diojekin ke pasar pagi buat belanja stok isi kulkasnya. Petangnya, quality time keluarga. Kadang kita ke pantai main pasir dan ngejarin umang-umang. Kadang juga nemanin Hani yang senang ngasih makan rusa-rusa di halaman rumah dinas gubernur.

Kadang suka kesal juga πŸ˜”
Di saat kehadiran Baba sangat diperlukan, Baba mesti tetap berbagi waktu dengan yang lain. Misal ketika Hani mesti dirawat karena tifes pergantian tahun lalu itu. Hani nya rewel karena sakit, si Hana juga gak mau main dengan neneknya di rumah, terpaksa kita ‘ngekost’ di rumah sakit. Saat-saat seperti itu baba tetap mesti bolak balik ngojekin bucik yang gak bisa berkendara sendiri. Baru pegang gas motor aja udah spot jantung dia πŸ˜”

Momen begitu itu suka naik darah.
Ini, baba masih dengan jaket lama nya yang makin memudar. Di saat rawat inap begini, baba masih sempatin antar jemput bucik. 

Tapi di balik itu semua, tersadar betapa cinta baba ke kami sungguh luar biasa. Pulang petang dalam keletihan, baba masih sempat bantu cuci pakaian kotor. Punya anak balita dengan selisih umur 14 bulan itu bikin sibuk nya luar biasa. Pakaian kotor selalu saja menumpuk. Belum lagi Hana hani mulai ‘pandir’. Apa apa mau dikerjakan sendiri. Minum sendiri, makan sendiri, mandi sendiri. Alhasil bisa 5-6kali ganti baju dan bersih-bersih.

Baba juga sabar nungguin bunda masak. Kalau pun tercetus ide buat beli lauk siap makan, itu mesti aku yang bilang πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ (dasar malas).

Jelang isya masih sempat main perang-perangan sama duo Krucils. Dohhhh obsesi punya anak cowok ya begitu itu deh πŸ˜”

Setelah isya, terkadang baba sampe ketiduran di sofa nemanin krucils main.
Pagi, baba orang pertama yang bangun. 

Duhhh aku ini istri malas banget yakkk πŸ˜πŸ˜πŸ˜”
Baba biasa bangun jam 4 pagi. Lalu sholat malam dan siap-siap berangkat ke masjid untuk sholat subuh berjamaah. Pulang nya, udah siaga nyuci piring. Baba gak pernah bangunin kami. Seringkali aku terbangun karena udah terdengar suara gaduh di dapur.

Oh Allah, beruntung nya diri ku ini, Alhamdulillah..

Suami ku itu kepala keluarga yang masih tetap amanah akan adik perempuan dan ibu nya. Tugas di rumah udah banyak, tapi masih menyempatkan waktu untuk ngojekin bucik dan nenek. 

Akhir-akhir ini, cuaca jadi begitu tak menentu. Saat panas terik, tiba-tiba datang hujan badai. Sering kali baba pulang setengah kering. Pulangnya meriang masuk angin. Tapi masih nekat subuh di masjid. Bau minyak kayu putih udah ke mana-mana. Rasanya itu minyak kayu putih lebih banyak dipakai Baba daripada Hana Hani. 

Teringin membelikan Baba jaket yang tebal tahan angin tapi gak bikin gerah. Juga anti basah kalau kehujanan, tapi bukan mantel. Baba bukan tipe orang yang suka pake mantel. Ribet katanya. Ia lebih memilih kuyup dari pada bawa mantel ke mana-mana.

Langsung jatuh hati pas lihat koleksi pakaian pria di Elevenia ini.

http://m.elevenia.co.id/ctg-jaket-blazer-pria

Aduhhh sukaaaa warnanyaaa 😍😍

makin ganteng dah pacar ku πŸ’‘

Bisa samaan dengan pak JOKOWI lagi 😍😍😍

Mudah-mudahan ada rejeki bisa punya ini untuk kado ulang tahun pernikahan 4 Mei nanti. Jadi baba nyaman berkendara saat ngojekin keluarga yang begitu ia cinta. Juga hangat ketika berangkat ke masjid saat subuh berjamaah nya.

Aamiin ya Allah..

Advertisements

Cinta Gentayangan VS Cinta Sejati

Ini tulisan bukan saya yg nulis yaaa.. Copas dari teman trus diedit gaya gue (halah) 

Tp saya lupa nama nya-_-‘

Moga menjadi kan ilmunya barokah aamiin
>|<|>|<|>|<

Cinta Gentayangan VS Cinta Sejati

 

Hari Rabu kemarin saya ikut suami tugas ke Bandung. Entah kenapa saya ikut berangkat padahal biasanya saya kurang tertarik untuk ikut tugas ke luar kota.

Apakah kami mencari kuliner Bandung yang terkenal atau ke Factory Outlet? Tidak. Kami ke perumahan Darut Tauhid. Ada kajian.

Di pengajian ini saya baru dengar istilah, orang2 yg gentayangan mencari cinta hehe.

Menurut ustadzah Ummi Hanen yg lulusan Al Azhar Kairo ini, semua orang itu gentayangan mencari cinta. Waktu masih muda galau mendambakan suami idaman hati.
Tapi setelah mendapatkan pasangan yg didambakan dan berkeluarga ternyata masih gentayangan.

Kenapa ya?

Oh …ternyata suami tidak seperti yang didambakan. Misalnya jarang pulang atau … tidak bisa diandalkan. Walau sangat dicintai.

Sebaliknya, terkadang bisa diandalkan tapi tidak dicintai contohnya Datuk Maringgih πŸ˜€ 

Suatu kali ada seorang istri yang beruntung mendapatkan suami yang begitu dicintai dan bisa diandalkan. Tapi ternyata cepat dipanggil Allah SWT sehingga membuat sang belahan jiwa ini merana, hati menjadi kosong.
Mengapa cinta yang seperti ini tidak membuat hati menjadi tenang?

Karena itu bukanlah cinta sejati. Cinta sejati hanyalah cinta Allah. Allah tidak pernah meninggalkan kita.

“Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci” kepadamu”.
(QS Ada Dhuha:3)

Tidak akan merasa kesepian orang yg mencintaiNya. Menghamba dan mengabdi hanya kepadaNya.
Kalau ada seseorang yg merasa kesepian sesungguhnya dia lah yg meninggalkan Allah. Karena Allah tidak pernah meninggalkan kita.

Cinta Allah ini begitu romantis. Jika kita mendekat sejengkal maka Allah akan mendekat sehasta. Coba kita renungkan hadis Qudsi berikut

Dari Abu Hurairah –radhiyallahu β€˜anhu-, ia berkata bahwa Nabi shallallahu β€˜alaihi wa sallam bersabda, β€œAllah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.” (HR. Bukhari no. 6970 dan Muslim no. 267)

Ah. Alangkah indah Nya.

Cintailah Allah. Kita tidak akan kecewa. Sebaliknya, bersiaplah kecewa jika berharap kepada selain Allah.

Ah, saya baru tersadar. Saya jauh jauh terseret ke Darut tauhid ini agar kembali ke cinta sejati Nya. Duh , bahagianya Terima kasih ya Allah.

Lalu, apa ciri2 orang yg mencintai dan dicintai Allah?

 to be continued ya

*sesempatnya saya ya.. Jd jgn terlalu berharap dg saya yakkk πŸ˜€

Entah kpn saya sempat nya πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€